Gangguan Kesehatan Jemaah Haji Seputar Batuk, Pilek dan Sakit Tenggorakan

SINARKATA, MAKKAH – Tim Kesehatan Haji Sektor 10 menyatakan hasil pemeriksaan sementara, mayoritas jemaah mengeluhkan gangguan kesehatan ringan seperti batuk, pilek, dan sakit tenggorokan. Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah kasus tekanan darah yang tidak stabil.

“Hal ini kemungkinan dipengaruhi aktivitas jemaah yang cukup padat, sehingga berdampak pada kondisi fisik, termasuk tekanan darah,” ujar dr Mario Abdullah, Tim Kesehatan Haji Sektor 10 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Makkah.

Untuk penanganan, Rido memastikan bahwa tim kesehatan telah menyediakan obat-obatan yang cukup dan dapat langsung diberikan sesuai dengan indikasi medis.

“Alhamdulillah obat-obatan sudah tersedia dan kami bisa memberikan pengobatan sesuai kebutuhan jemaah,” katanya.

Disebutkan pihaknya membuka empat klinik kesehatan satelit di Hotel Al-Hidayah, kawasan Aziziyah, Makkah, Arab Saudi.

Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendekatkan akses layanan medis kepada jemaah.

“Kami membuka fasilitas pelayanan yang terdiri dari empat klinik kesehatan satelit,” ujar Mario Abdullah, Senin (4/5/2026).

Ia menjelaskan, keempat klinik tersebut tersebar di beberapa tower hotel. Klinik satelit 1 berada di Tower 1 dan melayani jemaah di Tower 1 dan 2. Klinik satelit 2 ditempatkan di Tower 3 untuk melayani jemaah di Tower 3 dan 9A.

Selanjutnya, klinik satelit 3 berada di Tower 4 yang melayani jemaah di Tower 4, 9C, dan Tower 5. Sementara klinik satelit 4 yang berada di Tower 8 melayani jemaah di Tower 6, 7, dan 8.

Mario menyampaikan bahwa operasional penuh klinik masih menunggu izin dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

Selama masa tersebut, petugas kesehatan tetap memberikan pelayanan melalui kunjungan langsung ke kamar jemaah.

“Untuk sementara, sambil menunggu izin resmi, kami melakukan visitasi ke jemaah,” kata Rido.

Menurut dia, metode tersebut dilakukan agar jemaah tetap mendapatkan layanan kesehatan meski klinik belum beroperasi secara penuh.

Rido menegaskan, jika ditemukan kasus yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, tim kesehatan akan berkoordinasi dengan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) atau merujuk pasien ke rumah sakit di Arab Saudi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *