SINARKATA.COM, MAMUJU – Peringatan Hari Hipertensi Sedunia yang diperingati setiap 17 Mei menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya tekanan darah tinggi atau hipertensi yang dikenal sebagai silent killer.
Pada tahun 2026, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengusung tema “Controlling Hypertension Together: Check Your Blood Pressure Regularly, Defeat the Silent Killer”.
Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat menyatakan pengendalian hipertensi membutuhkan peran bersama, mulai dari individu, keluarga, tenaga kesehatan, hingga pemerintah.
Upaya tersebut sejalan dengan salah satu misi utama Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, yaitu membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter, dalam mewujudkan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera.
Berdasarkan data WHO, sekitar 1,4 miliar penduduk dunia mengalami hipertensi dan sebagian besar tidak menyadari kondisi tersebut. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat memicu berbagai komplikasi serius seperti serangan jantung, stroke, gagal ginjal, hingga kematian dini.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa tekanan darah dan menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan dini.
“Hipertensi sering muncul tanpa gejala sehingga masyarakat perlu rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah. Pencegahan sejak dini melalui pola hidup sehat menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan jantung dan mencegah komplikasi,” ujar Nursyamsi, dalam keterangannya, Minggu 17 Mei 2026.
DKPPKB Sulbar juga mengajak masyarakat untuk mengurangi konsumsi garam, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, menghindari rokok dan alkohol, serta mematuhi pengobatan bagi penderita hipertensi.
Selain itu, fasilitas pelayanan kesehatan di Sulawesi Barat terus didorong untuk memperkuat skrining dan edukasi kesehatan guna meningkatkan deteksi dini hipertensi di masyarakat.

