SINARKATA.COM, KEPULAUAN SELAYAR – Wakil Bupati Kepulauan Selayar H Muhtar bersama Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan, dan Dandim 1415/Selayar Letkol Czi Yudo Harianto, turut mengantarkan almarhumah Bau Intang ke tempat peristirahatan terakhirnya, Jumat (24/7/2026).
Almarhumah Bau Intang merupakan salah seorang korban meninggal dunia dalam musibah tenggelamnya KM Nurul Salsa. Jenazah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Lingkungan Balang Sembo, Buhung Bangkala, usai pelaksanaan Sholat Jumat.
Sebelum dimakamkan, jenazah almarhumah sempat disemayamkan di rumah duka di Kelurahan Putabangun. Prosesi pemakaman berlangsung dalam suasana haru dan dihadiri keluarga, kerabat, serta masyarakat yang datang memberikan penghormatan terakhir.
Bau Intang ditemukan oleh nelayan yang tergabung dalam Tim SAR Gabungan. Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah tidak lagi dapat dikenali secara visual sehingga bersama satu jenazah lainnya dievakuasi ke tim Disaster Victim Identification (DVI) gabungan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan untuk proses identifikasi.
Melalui proses identifikasi tersebut, tim DVI gabungan Biddokkes Polda Sulawesi Selatan berhasil mengidentifikasi dua jenazah korban tenggelamnya KLM Nurul Salsa, yakni Hasriati (44), warga Dusun Garassi, Kelurahan Bontobaru, Kecamatan Pasimasunggu Timur, dan Bau Intang (52), warga Kelurahan Putabangun, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Bau Intang berhasil diidentifikasi berdasarkan pencocokan sidik jari dan data medis yang dimiliki tim DVI.
Di sela-sela prosesi pemakaman, Wakil Bupati Muhtar menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia juga memberikan semangat dan penguatan kepada anak serta keluarga almarhumah agar tetap tabah dan ikhlas menghadapi cobaan tersebut.
Kehadiran Wakil Bupati bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjadi bentuk empati dan dukungan moril kepada keluarga korban di tengah duka yang masih menyelimuti musibah tenggelamnya KLM Nurul Salsa.
Diketahui, Bau Intang merupakan salah satu korban dalam tragedi tenggelamnya KLM Nurul Salsa pada 15 Juli 2026. Saat kejadian, ia berlayar bersama suaminya, Sahrul Amin, kedua orang tuanya, Muh. Umar dan Maridaeng, dan keponakannya Naura (13).
Hingga saat ini, keempat anggota keluarganya tersebut masih belum ditemukan dan masih tercatat sebagai korban yang berada dalam pencarian oleh Tim SAR Gabungan.

