SINARKATA.COM – Matchday keempat dari fase grup di Grup A2 UEFA Nations League pada Senin (5/10/2026) dini hari WIB, menyajikan serangkaian laga krusial yang mengubah peta persaingan di papan atas klasemen. Belanda sukses menundukkan Serbia 2-1 dan memuncaki klasemen sementara Grup A2, sedangkan Jerman ditahan imbang Yunani tanpa gol.
Belanda sukses menundukkan Serbia dengan 2-1 di Phillip Stadion, Eindhoven. Penyerang Joshua Zirkzee tampil sebagai pahlawan kemenangan tim Oranje.
Teun Koopmeiners membuka keunggulan Belanda di menit ke-35, sebelum disamakan oleh sundulan Mihajlo Cvetkovic empat menit kemudian.
Zirkzee akhirnya mengunci kemenangan Belanda di menit ke-71 usai memaksimalkan umpan manis Tijjani Reijnders.
Hasil ini menempatkan Belanda di puncak klasemen Grup A2 dengan delapan poin, unggul selisih gol atas Yunani. Sementara itu, Serbia semakin terbenam di dasar klasemen tanpa raihan poin dari empat pertandingan yang telah dijalani.
Sementara di pertandingan lainnya di Toumba Stadium, Thessaloniki, tim nasional Jerman dipaksa bermain imbang tanpa gol 0-0 saat melawat ke markas Yunani, Senin (5/10/2026) dini hari WIB.
Hasil imbang ini semakin memperpanjang catatan kurang memuaskan pelatih anyar Jurgen Klopp bersama Die Mannschaft.
Sejak menangani timnas Jerman, Klopp baru mencatatkan satu kemenangan dari empat laga awalnya. Kegagalan memetik poin penuh di Yunani membuat posisi Jerman semakin mengkhawatirkan di fase grup.
Saat ini, Jerman tertahan di peringkat ketiga Grup A2 dengan koleksi lima poin. Hasil ini membuat Die Mannschaft terancam kembali gagal menembus putaran final Nations League untuk keempat kalinya dalam lima edisi terakhir.
Sebaliknya, Yunani sukses mempertahankan posisi kedua klasemen Grup A2 dengan mengantongi delapan poin. Tuan rumah tampil menyulitkan sejak menit awal lewat ancaman sundulan Georgios Masouras yang sempat digagalkan kiper Jerman, Jonas Urbig.
Jerman sebenarnya sempat menjaringkan bola pada menit ke-32 melalui sepakan Jonathan Burkardt. Namun, gol tersebut dianulir wasit setelah intervensi Video Assistant Referee (VAR) menganulir insiden handball yang dilakukan Tom Bischof.










