SINARKATA.COM, MAKASSAR – Lapangan Karebosi Makassar berubah menjadi panggung spektakuler saat pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII Korpri Tingkat Nasional 2026, Senin (24/8/2026) malam.
Kemeriahan pembukaan terasa sejak awal acara. Tata panggung megah dengan permainan cahaya dan visual berpadu dengan penampilan tari kolosal yang melibatkan sekira 150 ASN Pemerintah Kota Makassar.
Penampilan tersebut menggambarkan semangat persatuan dan keberagaman budaya Sulawesi Selatan, sekaligus menyambut kedatangan ribuan peserta dan ofisial dari seluruh Indonesia.
MTQ VIII Korpri Nasional 2026 diikuti 117 kontingen yang terdiri atas 38 provinsi, 77 kementerian dan lembaga, serta dua perguruan tinggi negeri. Total peserta yang terdaftar mencapai 1.173 orang.
Selain di Makassar, sejumlah rangkaian perlombaan juga dilaksanakan di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).
Hadir dalam pembukaan Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar, Ketua Dewan Pengurus Korpri Nasional (DKPN) yang juga Kepala BKN RI Prof. Zudan Arif Fakrulloh, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Sekda Sulsel sekaligus Ketua Korpri Sulsel Jufri Rahman, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, serta sejumlah pejabat kementerian, lembaga dan pemerintah daerah.
Dari Kementerian Agama hadir Penasihat DWP Kemenag RI Hj Helmi Nasaruddin Umar, Kabiro SDM Muh Zain, Direktur Penetangan Agama Islam Farid F. Saenong, Kakanwil Kemenag Sulsel H. Ali Yafid, Ketua DWP Kanwil Kemenag Sulsel, para kepala bidang dan kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota se-Sulsel.
Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengapresiasi seluruh pihak yang telah mempersiapkan pelaksanaan MTQ VIII Korpri Nasional di Sulawesi Selatan.
Ia mengatakan, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi momentum memperkuat persaudaraan, kecintaan terhadap Al-Qur’an dan integritas ASN.
Lebih lanjut Nasaruddin menyampaikan bahwa tema “ASN Berakhlak Mulia, Indonesia Tangguh” sangat relevan dengan tantangan birokrasi saat ini.
“Estafet perjuangan itu berada di tangan ASN, bukan lagi dengan senjata, melainkan dengan integritas, pelayanan dan akhlak mulia,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar nilai-nilai Al-Qur’an tidak berhenti pada tilawah, tetapi diwujudkan dalam pelayanan publik, pengambilan keputusan dan kehidupan sehari-hari.
Menteri Agama juga mengajak ASN menjadi teladan di ruang digital dengan menerapkan prinsip tabayyun, menjaga kerukunan dan menghindari penyebaran informasi yang dapat memecah persatuan.
Menutup sambutannya, Menteri Agama meminta seluruh peserta bertanding dengan kemampuan terbaik, menjunjung sportivitas dan adab.
Ia berharap MTQ VIII Korpri melahirkan ASN yang semakin dekat dengan Al-Qur’an, semakin kuat integritasnya dan semakin baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Sebelumnya, Ketua DPKN yang juga Kepala BKN RI Prof. Zudan Arif Fakrulloh menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Sulsel, Pemkot Makassar dan Pemkab Pangkep yang menjadi tuan rumah.
Zudan menyebut pelaksanaan MTQ Korpri terus berkembang, baik dari jumlah peserta maupun cabang yang diperlombakan.
Ia berharap MTQ tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga memperkuat integritas dan spiritualitas ASN.

