Di Tengah Tekanan Fiskal, Dinas PUPRD Sulbar Pastikan Infrastruktur Tetap Berjalan

SINARKATA, MAMUJU – Dinamika kebijakan dan tekanan fiskal yang dihadapi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menjadi perhatian serius lintas sektor, termasuk dalam menjaga keberlanjutan pembangunan infrastruktur.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Daerah (PUPRD) Provinsi Sulawesi Barat menghadiri forum strategis yang dipimpin Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, sebagai bagian dari upaya merespons kondisi daerah di tengah tekanan fiskal, kebijakan belanja pegawai, serta implikasinya terhadap stabilitas pembangunan dan pelayanan publik.

Kepala Dinas PUPRD Sulbar, Surya Yuliawan Sarifuddin, menegaskan bahwa sektor infrastruktur tidak boleh terhenti meskipun daerah menghadapi tantangan keuangan.

Hal ini agar senantiasa menjaga ritme dan tujuan Pancadaya Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka yang ingin menciptakan infrastruktur yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

“Infrastruktur adalah tulang punggung pelayanan dasar dan penggerak ekonomi. Dalam kondisi apa pun, kami memastikan program prioritas tetap berjalan dengan penyesuaian yang terukur dan akuntabel,” kata Surya Yuliawan, Kamis, 30 April 2026.

Ia menambahkan, PUPRD Sulbar terus melakukan langkah-langkah strategis, termasuk efisiensi program, penguatan perencanaan berbasis prioritas, serta optimalisasi koordinasi dengan pemerintah pusat dan kabupaten.

Menurutnya, tantangan fiskal justru menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola pembangunan yang lebih efektif dan tepat sasaran.

“Kami dorong agar setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar berdampak langsung pada masyarakat, terutama pada konektivitas wilayah, ketahanan infrastruktur, dan layanan dasar,” lanjutnya.

Kehadiran PUPRD dalam forum tersebut juga menjadi bagian dari komitmen untuk menjaga sinkronisasi kebijakan lintas sektor, sehingga langkah-langkah yang diambil Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat tetap adaptif terhadap dinamika nasional tanpa mengorbankan kepentingan daerah.

Forum ini diharapkan menghasilkan formulasi kebijakan yang tidak hanya responsif terhadap tekanan fiskal, tetapi juga mampu menjaga kesinambungan pembangunan Sulawesi Barat dalam jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *