MBG Dorong Perputaran Ekonomi Sulbar, Dinas Pangan Perkuat Pasokan dan Keamanan Pangan Lokal

SINARKATA.COM, MAMUJU – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Peningkatan kebutuhan bahan pangan untuk mendukung program tersebut mendorong aktivitas distribusi pangan dan membuka peluang ekonomi bagi petani maupun pelaku usaha pangan lokal.

Namun demikian, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan karena sebagian kebutuhan bahan baku pangan masih didatangkan dari luar daerah.

Sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Sulbar di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, Program MBG menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat daya saing daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta membangun sektor pangan yang berkelanjutan.

Pemerintah Provinsi Sulbar terus mendorong kolaborasi lintas sektor guna memastikan program nasional tersebut berjalan optimal dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Hal tersebut mengemuka dalam konsultasi Tim Sekretariat Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG Provinsi Sulbar, yang dipimpin Sekprov Sulbar, Junda Maulana, bertempat di ruang kerja Sekprov Sulbar, Selasa (19/5/2026).

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka, dalam mendukung pelaksanaan Program Nasional MBG sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan ketahanan pangan daerah.

Dalam pertemuan tersebut, Tim Sekretariat Satgas Percepatan MBG Provinsi Sulbar membahas sejumlah hal strategis, mulai dari kondisi dapur MBG, kesiapan pasokan pangan, pengawasan keamanan pangan, hingga dampak ekonomi yang mulai dirasakan masyarakat melalui meningkatnya kebutuhan distribusi dan penyediaan bahan pangan.

Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulbar selaku Sekretariat Satgas Percepatan MBG menilai program ini menjadi peluang besar untuk memperkuat sektor pangan lokal.

Selain mendorong peningkatan produksi pangan daerah, pemerintah juga menaruh perhatian serius terhadap aspek keamanan pangan agar makanan yang disajikan memenuhi standar mutu, higienitas, dan aman dikonsumsi masyarakat.

Kepala Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulbar, Suyuti Marzuki, menyampaikan bahwa kebutuhan pangan untuk mendukung Program MBG ke depan harus dapat dipenuhi secara bertahap melalui produksi lokal Sulbar dengan tetap memperhatikan keamanan pangan.

“Program MBG bukan hanya tentang pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah. Karena itu, kita perlu memastikan pasokan pangan lokal terus meningkat dan keamanan pangan tetap terjaga agar manfaat program ini benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sulbar terus mendorong sinergi antar perangkat daerah, petani, pelaku usaha, dan stakeholder terkait guna memperkuat ketersediaan pangan lokal, meningkatkan pengawasan keamanan pangan, serta mendukung keberlanjutan Program MBG di Sulbar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *