SINARKATA.COM, SINJAI – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Sinjai memperketat upaya pencegahan penyebaran virus Avian Influenza (AI) atau flu burung dengan menyemprotkan cairan disinfektan pada kendaraan pengangkut unggas dan ternak lainnya di Pos Pemeriksaan (Check Point) Bonto, Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara, Jumat (9/10/2026) malam.
Langkah ini dilakukan menyusul temuan kasus flu burung yang menyebabkan ribuan ayam mati di sejumlah wilayah Kabupaten Sinjai. Penyemprotan difokuskan pada kendaraan yang masuk maupun keluar wilayah Sinjai guna menekan risiko penyebaran virus melalui lalu lintas ternak.
Selain kendaraan pengangkut unggas dan ternak lainnya, petugas juga menyemprot kendaraan yang membawa anjing peliharaan dari luar daerah sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit hewan.
Kegiatan tersebut melibatkan personel DPKH Sinjai bersama Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta tim dari Balai Besar Veteriner Maros.
Kepala DPKH Sinjai, Syamsul Alam, mengatakan penyemprotan disinfektan merupakan salah satu langkah pengendalian untuk meminimalkan risiko penyebaran virus, terutama melalui kotoran maupun material yang menempel pada kendaraan pengangkut ternak.
“Penyemprotan ini kami lakukan sebagai langkah pencegahan untuk menekan penyebaran virus flu burung. Kendaraan yang mengangkut unggas maupun ternak lainnya menjadi salah satu sasaran karena berpotensi membawa agen penyakit dari satu wilayah ke wilayah lainnya,” ujarnya.
Menurut Syamsul Alam, penanganan flu burung memerlukan langkah terpadu dan berkelanjutan, tidak hanya melalui pengawasan lalu lintas ternak, tetapi juga dengan menjaga kebersihan lingkungan peternakan.
DPKH Sinjai, lanjutnya, juga telah melakukan penyemprotan disinfektan pada kandang ternak sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko penularan di lingkungan peternakan.
Berdasarkan data sementara DPKH Sinjai, kasus flu burung telah ditemukan di lima kecamatan, yakni Sinjai Utara, Bulupoddo, Sinjai Timur, Sinjai Tengah, dan Sinjai Barat. Jumlah ayam yang dilaporkan mati akibat kejadian tersebut telah mencapai lebih dari 3.500 ekor.
Untuk mencegah penyebaran lebih luas, Syamsul Alam mengimbau para peternak agar meningkatkan kebersihan kandang, membatasi lalu lintas orang dan kendaraan ke area peternakan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan unggas yang mati mendadak atau menunjukkan gejala sakit.
Di sela kegiatan tersebut, DPKH Sinjai juga menerima bantuan dari Balai Besar Veteriner Maros berupa lima dus disinfektan, alat pelindung diri (APD), serta peralatan pengambilan sampel ayam yang mati.
Bantuan diserahkan oleh drh. Afinus dari Balai Besar Veteriner Maros dan diterima langsung oleh Kepala DPKH Sinjai, Syamsul Alam, didampingi Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPKH Sinjai, drh. Ratna.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pemeriksaan, pengambilan sampel, dan pengendalian penyakit hewan di Kabupaten Sinjai.
Melalui penyemprotan kendaraan, disinfeksi kandang, serta pengawasan dan pemeriksaan ternak, Pemkab Sinjai terus berupaya menekan penyebaran flu burung, melindungi kesehatan ternak, dan meminimalkan kerugian yang dialami para peternak.












