Istithaah Kesehatan Jemaah Haji 2027 Diperketat, Kemenhaj Sulsel Bentuk Satgas Pengawas

SINARKATA.COM, BARRU – Pelaksanaan istithaah kesehatan jemaah haji di daerah akan semakin diperketat melalui pemeriksaan kesehatan yang menyeluruh, sehinga kondisi kesehatan jemaah dapat diketahui lebih awal dan jemaah yang akan berangkat benar-benar berada dalam kondisi yang memenuhi persyaratan kesehatan.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, saat hadir dalam rapat koordinasi penyelenggaraan kesehatan haji Kabupaten Barru tahun 1448 H/2027 M di Aula Lantai 2 Kantor Kemenhaj Barru, Kamis (20/8/2026).

“Selain sebagai bagian dari persiapan keberangkatan, istithaah kesehatan juga diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran jemaah dalam menjaga kesehatan, menerapkan pola hidup sehat, serta mengikuti anjuran dan pembinaan kesehatan sebelum maupun selama berada di Tanah Suci,” kata Ikbal.

Baginya, istithaah adalah kunci yang utama bagi penyelenggaraan ibadah haji karena terkait dengan kondisi jemaah haji yang akan berangkat. Tahun 2026, Sulawesi Selatan mendapat atensi dikarenakan jumlah jemaah yang meninggal meningkat dari tahun sebelumnya.

“Jumlah jamaah kita yang meninggal secara nasional, Sulsel terjadi kenaikan, hal inilah menjadi penekanan bagi Kementerian Haji dan Umrah khususnya Sulsel untuk bisa melakukan secara ketat proses istithaah. Adapun jika ada tekanan luar atau intimidasi untuk meloloskan jemaah haji dari istithaah agar kiranya para petugas kesehatan melaporkan kepada satgas yang akan dibentuk nantinya,” tegas Ikbal.

Ia menambahkan, satgas ini dibentuk untuk menentukan, mengawasi hingga mengawal seluruh tahapan istithaah ini berjalan sesuai regulasi yang ada. Keanggotaan satgas ini terdiri dari kalangan tokoh masyarakat yang selama ini telah banyak berbaur terkait haji, petugas kesehatan seperti dokter, Kemenhaj Kabupaten Kota hingga Pemerintah Daerah terkait.

“Dengan adanya sinergi antara petugas kesehatan, Kementerian Haji dan Umrah, pemerintah daerah, serta para jemaah, diharapkan seluruh rangkaian pelayanan istithaah kesehatan dapat memberikan rasa aman dan nyaman sehingga jemaah dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar, mandiri, dan memperoleh haji yang mabrur,”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *